Untuk pertama kalinya, peternakan ayam di Indonesia mengekspor puluhan ribu ayam hidup ke Singapura.
Melansir Channel News Asia, mulai bulan Juni tahun lalu, Singapura menambahkan Indonesia sebagai sumber baru impor ayam dingin, beku, dan olahan di dalam daftar pemasok negaranya. Sebelumnya, Singapura hanya mengimpor ayam hidup dari Malaysia.
Penambahan sumber ayam Indonesia ke Singapura dilakukan setelah Malaysia memutuskan untuk memberlakukan larangan ekspor pada 1 Juni 2022, meskipun larangan itu dicabut di akhir tahun.
Sebanyak 23.000 ekor ayam broiler tiba di Pelabuhan Jurong pada Sabtu (13/5). PT Ciomas Adisatwa, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dipilih menjadi pemasok ayam hidup untuk Singapura.
“Dengan persetujuan peternakan baru ini, konsumen dan bisnis Singapura akan memiliki lebih banyak pilihan untuk ayam, semakin memperkuat ketahanan pasokan ayam kami,” kata Menteri Senior Negara Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Koh Poh Koon.
Baca Juga: Talenta Muda Papua mampu Kembangkan Sistem Operasi Komputer Sendiri
Singapore Food Agency (SFA) bekerja sama dengan Animal and Veterinary Service (AVS), otoritas Indonesia dan pelaku industri untuk mendatangkan ayam hidup dari peternakan. Proses logistik akan terus dipantau untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan hewan.
Komoditas pangan seperti ternak, daging, dan telur lainnya, hanya dapat diimpor dari sumber yang terakreditasi oleh SFA dan AVS.
“Kami memastikan bahwa sumber memiliki sistem, proses, dan kemampuan yang diperlukan untuk memasok ayam yang bebas dari Penyakit Avian Influenza Patogenisitas Tinggi dan yang memenuhi standar dan persyaratan keamanan pangan dan kesehatan hewan,” kata Singapore Food Agency (SFA). (dms/red)
