Belanda dan Indonesia memiliki sejarah panjang berabad-abad dalam kerja sama biodiversitas, bahkan sebelum penjelajahnya tiba di Nusantara pertama kali. Rombongan pertama orang Belanda yang tiba di Pelabuhan Banten, 22 Juni 1596 dipimpin Cornelis de Houtman. Sejak itu, hubungan dagang, penelitian, budaya, dan hukum terjalin, hingga berujung pada penjajahan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengakui hubungan panjang penelitian kedua pihak, terutama di bidang keanekaragaman hayati alias biodiversitas dan material sains.
“Hubungan penelitian Indonesia dengan Belanda sudah 200 tahun lebih. Khusus saat ini memang spesial karena BRIN sudah terbentuk, tadinya mereka harus bekerjasama dengan berbagai insitusi, sekarang cukup dengan BRIN,” kata Handoko.
Melihat berbagai potensi yang dimiliki Indonesia, negara Belanda tertarik bekerjasama dengan Indonesia terutama di bidang energi baru terbarukan (EBT). Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara BRIN dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda mengenai kerja sama riset dan ilmu pengetahuan, serta LoI antara Deputi Sumber Daya Manusia Iptek BRIN dengan Universitas Twente mengenai kolaborasi dalam program pengembangan kapasitas SDM di bidang riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi, di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (21/7) kemarin.
Baca Juga: Presiden Jokowi Berkunjung ke SpaceX untuk Bertemu Elon Musk
Mengutip laman BRIN, Handoko mengatakan, bahwa area fokus kerja sama dengan Belanda mengenai pemanfaatan biodiversitas untuk penguatan pangan, kesehatan, lingkungan dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Seperti untuk bioteknologi, bioengineering, biomaterial, medical, bioinformatics, marine, modern agriculture and farming, dan material science.
Kolaborasi dua pihak antara Indonesia dan Belanda dalam hal riset sektor pangan, kesehatan, dan energi terbarukan di luar nuklir. Sedangkan kerja sama pengembangan industri nuklir sudah dijajaki lebih dulu antara RI dan Rusia saat Presiden Jokowi bertemu Presiden Vladimir Putin, beberapa waktu lalu. (dms/red)
