Konsep dunia metaverse yang digembar-gemborkan raksasa teknologi Meta (sebelumnya Facebook Inc.) menjadi perbincangan. Tak hanya Meta, sederet raksasa teknologi tengah mempersiapkan metaverse, seperti Microsoft, Apple, dan Nvidia diberitakan ikut ambil bagian dalam pembangunan metaverse.
Metaverse adalah dunia virtual tiga dimensi dimana pengguna dapat berkumpul dalam bentuk digital seperti avatar dan melakukan interaksi seperti dalam dunia nyata. Konsep metaverse awalnya diciptakan oleh penulis fiksi ilmiah bernama Neal Stephenson sebagai metafora dari dunia nyata, perwujudan dari internet, dan pelarian dari kenyataan.
Karena konsep metaverse membutuhkan dukungan banyak pihak, karena dunia ini akan saling terkoneksi satu sama lain. Banyak komponen seperti infrastruktur jaringan, teknologi untuk interaksi, desentralisasi, komputasi spasial, dan berbagai hal diperlukan untuk menopang metaverse ini.
Kalau dunia sedang bersiap untuk menuju metaverse, apakah Indonesia siap menghadapi teknologi dunia baru ini?
Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha bilang bahwa bentuk lain dari metaverse sebetulnya sudah ada. Hanya saja metaverse ini menjadi perbincangan di khalayak ramai karena diluncurkan oleh raksasa teknologi Meta.
Banyak persiapan yang harus dilakukan, seperti teknologi jaringan internet dan dukungan dari sejumlah otoritas pemerintah seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengawasi dari sektor keuangan, kemudian lembaga pertahanan dan keamanan seperti BSSN, BIN, TNI dan Polri dari sektor pertahanan dan keamanan. (dms/red)
