Pasca pandemi COVID-19, hampir seluruh sektor merasakan imbasnya. Tidak hanya di Indonesia, seluruh dunia pun ikut merasakannya. Salah satu sektor yang terkena dampak tentunya adalah sektor pariwisata, pandemi ini membuat banyak kegiatan lintas nasional maupun lintas negara menjadi terbatas.
Tidak ingin semakin terpuruk dengan keadaan, Indonesia berupaya keras untuk kembali bangkit dan membuktikan eksistensi sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia.
Berdasarkan daftar Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dirilis World Economy Forum (WEF) pada bulan Mei 2022, pariwisata Indonesia berhasil mencapai peringkat yang lebih baik dalam Indeks Pariwisata Global, yakni berada di peringkat ke-32 dari 117 negara dalam indeks tersebut. Pada tahun sebelumnya, Indonesia masih berada di peringkat ke-44.

Baca Juga: Pameran The Exotic Indonesian Batik Heritage Semarakkan Piala Dunia 2022 di Qatar
Jika diperkecil skalanya dalam lingkup Asia Pasifik, Indonesia berada di peringkat ke-8 dimana posisi tersebut naik 2 tingkat menggeser posisi Malaysia serta Thailand yang sebelumnya lebih unggul.
Pengukuran yang dilakukan oleh WEF dalam indeks penilaian mencakup Lingkungan Pendukung, Kebijakan Perjalanan dan Pariwisata serta Kondisi Pendukung, Infrastruktur, Penggerak Permintaan Perjalanan dan Pariwisata, serta aspek Keberlanjutan di bidang Perjalanan dan Pariwisata.
Kenaikan peringkat dalam Global Tourism Index tersebut tentunya dipengaruhi oleh keberadaan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia, yakni Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara). (dms/red)
