Kabar gembira datang dari enam peneliti muda Indonesia yang berhasil meraih penghargaan dalam International Conference of Young Scientist (IYCS) ke-29 di Beograd, Serbia, yang berlangsung Sabtu minggu lalu hingga Jumat (14/4/23).
ICYS merupakan pertemuan siswa sekolah tingkat menengah yang mempertandingkan penelitian ilmiah dalam topik atau tema tertentu skala internasional. Konferensi ini dihadiri lebih dari 80 pelajar dari berbagai negara di seluruh dunia.
Baca Juga: Mengenal Uji Poligraf yang Dipakai Untuk Mendeteksi Kebohongan
Perwakilan Indonesia yang dipimpin oleh Antonius M. Barus ini memenangkan dua medali perak dan tiga penghargaan poster terbaik. Untuk medali perak, diraih Dhavina Priskila Tjahjadi dan Gabrielle Rochellin Susanto, yang berasal dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera lalu Teresa Azarel Gayatri Lamiang dari SMP Montessori Yogyakarta.
Sedangkan penghargaan poster terbaik, diraih Fiona Lee dan Veronica Jane Sudjana, berasal dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya serta Mikael Dihardja dari SMA Tarakanita Gading Serpong.
Baca Juga: Indonesia Didaulat Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024
Mengutip dari laman Kemenlu RI, judul penelitian yang berhasil mendapat penghargaan tersebut, antara lain (1) Mucilage and Bamboo Charcoal Based Wound Dressing: Malabar Spinach (Basella alba) Mucilage and Cendani Bamboo (Phyllostachys aurea) Charcoal as A Biodegradable Hydrogel Powder for Wound Dressing, (2) Styrofoam Biodegradation by Superworm, (3) DontDrown: An Artificial Intelligent System for Beach Surveillance, dan (4) Program to Optimize MSME’s Profit Using Linear Program.
Direktur Center for Young Scientist (CYS) Monika Raharti menjelaskan bahwa peserta dari sekolah menengah Indonesia tersebut telah melalui proses seleksi dalam Lomba Peneliti Belia Nasional 2022. Mereka membawakan empat judul penelitian di bidang ilmu komputer dan lingkungan.
