Pemerintah Republik Indonesia menerima penghargaan atas misi kemanusiaan pasca-gempa bumi yang melanda Turki. Diberikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di acara “The Ceremony of Presidential Medal and Order of Distinguished Humanitarian Services” dalam Kongres Nasional dan Pusat Kebudayaan Beştepe, Ankara, Selasa (25/4).
Penghargaan “Order of Superior Sacrifice Medal” yang diberikan kepada Pemerintah Indonesia merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Turki atas jasa penyelamatan pada saat bencana alam.

Baca Juga: Indonesia Didaulat Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024
Dikutip dari laman Kepresidenan Republik Turki, penghargaan tersebut diberikan kepada 55.000 orang yang terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan pasca gempa bumi di Kahramanmaraş dan Hatay sejak 6 Februari lalu. Mulai dari penambang, petugas pemadam kebakaran, pemerintah kota, pejabat publik, organisasi non-pemerintah, sukarelawan, hingga tim SAR dari negara asing menerima medali itu.
“Kami tidak dapat mengabaikan momen pengorbanan Anda bersama kami di hari-hari tersulit kami. Adalah persyaratan dari budaya kuno kami untuk tidak membiarkan usaha, pengorbanan diri, dan kebaikan tidak terbalas. Dia yang tidak berterima kasih kepada orang, tidak berterima kasih kepada Tuhan. Kami ingin membalas utang budi kami dengan upacara hari ini,” ungkap Erdogan.
Misi Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Sejarah
Hadir mewakili Pemerintah Indonesia pada kesempatan tersebut adalah Brigadir Jenderal Lukmansyah, Staf Khusus BNPB/Kepala Operasi Misi Kemanusiaan Indonesia di Turki dan Yudhi Ardian, KUAI/Minister Counselor KBRI Ankara mewakili Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal.
“Atas nama pemerintah Indonesia, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas penganugerahan medali penghargaan dari Pemerintah Turki,” kata Brigadir Jenderal Lukmansyah, dikutip dari laman Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia turut membantu dengan mengirimkan tim SAR ke Turki dalam empat gelombang. Kemudian, tim relawan Indonesia juga melakukan sejumlah misi kemanusiaan, mulai dari mendirikan rumah sakit lapangan di Hassa, Hatay, mengirimkan bantuan logistik seperti tenda, makanan, vaksin dan serum tetanus, hingga evakuasi WNI. Bagi Indonesia, misi kemanusiaan di Turki merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
