Selain bisa dijual kiloan, rongsokan sepeda motor ternyata bisa diubah menjadi kreasi robot futuristik. Seperti yang sudah dilakukan Eri Sudarmono, seorang crafter asal Bantul, Yogyakarta. Awalnya Eri berprofesi sebagai pelukis dan dekorasi. Namun karena dampak pandemi, sempat membuatnya menganggur selama 6 bulan.
Dilansir dari Republika.co.id, ternyata Eri belum lama berprofesi sebagai perajin replika robot ini. Ia mulai membuat robot pada 2021 kemarin. “Awalnya dari permintaan buyer langganan lukisannya. Ia minta dibuatkan robot dari besi.” katanya. Namun sebagai seniman dan sebagai pehobi koleksi sepeda motor klasik, jiwa kreatif dan jiwa seninya tertantang. “Saya justru ingin membuat yang khas dan artistik, bukan sekadar robot, maka saya memilih bahannya dari motor bekas yang saya lihat banyak di pedagang rongsok.” katanya.
Berbekal latar belakang pendidikan seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan kriya, Eri mulai membuat robot pesanan pertamanya. Ternyata kreasi replika robot buatan Eri sangat diminati pelanggannya di Tiongkok. Karena menyukai hasil karya Eri, pelanggannya kembali memesan 10 replika robot dari studio seni Eri. Bahkan tidak hanya Tiongkok, replika robotnya juga sudah diekspor ke negara Jerman.



Eri menggabungkan hobi dan ilmu seni kriya menjadi sebuah karya replika robot berbahan dasar onderdil motor bekas. Berbagai karakter dan model replika robot dibuat di studio seni milik Eri di Kelurahan Gilangharjo, Bantul, Yogyakarta. Beberapa model yang familiar adalah karakter robot mirip Bumble-Bee dan Megatron. Harga satu replika robot Eri berkisar Rp30-60 juta tergantung tingkat kerumitannya. (dms/red)
