Dalam dua minggu terakhir, wilayah Jawa Barat seperti Cianjur hingga terakhir baru-baru ini di Sukabumi dilanda gempa secara beruntun. Bahkan, meski pusat gempat berada di Jawa Barat, namun wilayah Jakarta juga ikut diguncang oleh gempa. Apa sebabnya?
Geologist – Alumni Fakultas Teknik Geologi Unpad Awang Harun Satyana telah menganalisis fenomena ini. Menurutnya, Pulau Jawa memang secara geologi sedang tertekan, sebab terdapat lempeng-blok litosfer Bumi, Samudra Hindia yang bergerak ke arah utara dengan kecepatan 7cm/tahun dan menyusup/menunjam/subduksi ke bawah Pulau Jawa.
Gerakan lempeng samudra ini meskipun perlahan telah membangun energi tekanan atas Pulau Jawa, menekan seluruh batuannya, dan suatu waktu kompleks batuan yang ditekan itu akan patah, pecah, bergeser dan energinya berubah menjadi energi gempa.
Baca Juga: Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 di IKN
“Sesar-sesar tua yang telah terjadi ketika tertekan juga menggeser batuannya kembali meskipun perlahan sekali (< 1-2 cm/tahun). Geseran itu tidak mulus terjadi sepanjang segmen sesar, di suatu tempat bisa macet tertahan tetapi akhirnya harus tergeser juga sebab tekanan atas pulau terus terjadi, akhirnya pecahlah batuan di tempat itu, itulah pusat gempa di kedalaman,” dilansir dari CNBC Indonesia.
Wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang berada di Pulau Jawa ikut terkena dampak gempa ini. Hal tersebut tak lepas dari posisi geologinya.
Awang menambahkan, para ahli geologi memetakan sesar-sesar tua terutama yang pernah menjadi tempat pusat gempa. Para ahli geodesi mengukur pergeseran di sepanjang sesar itu. Penyelidikan ini penting dalam melakukan mitigasi kegempaan untuk pengurangan bencana di masa depan. (dms/red)
