Dalam studi yang diterbitkan Jurnal Nature, sejumlah ilmuwan memperkirakan suhu Bumi akan naik 2,7º celcius pada tahun 2100 dan ini akan berdampak terhadap lebih dari 2 miliar orang atau 22 persen populasi global termasuk Indonesia.
Suhu panas akan semakin terasa terhadap negara dengan jumlah penduduk tertinggi seperti India (600 juta penduduk), Nigeria (300 juta penduduk), Filipina dan Pakistan (masing-masing 80 juta penduduk), dan Indonesia (100 juta penduduk).
Baca Juga: Talenta Muda Papua mampu Kembangkan Sistem Operasi Komputer Sendiri
“Itu adalah proses pembentukan kembali untuk kelayak-hunian permukaan planet ini, dan berpotensi mengarah pada reorganisasi skala besar di mana orang tinggal,” kata Tim Lenton, penulis studi yang juga direktur Global Systems Institute di University of Exeter, dikutip dari ScienceAlert.
Pemanasan global mendorong peningkatan suhu di seluruh dunia dan meningkatkan risiko panas yang mematikan terutama di daerah yang sudah mendekati garis merah 29 derajat celcius.
Suhu tinggi yang terus menerus di luar ambang batas tersebut sangat terkait dengan kematian yang lebih besar, penurunan produktivitas tenaga kerja dan hasil panen, hingga banyaknya konflik dan penyakit menular. (dms/red)
