Satu per satu, berbagai perhelatan olahraga bertaraf internasional mulai kembali digelar. Salah satunya adalah pesta olahraga di kawasan Asia Tenggara, yakni SEA Games.
Event dua tahunan yang seharusnya digelar tahun 2021 lalu, kali ini berlangsung mulai tanggal 12-23 Mei di Hanoi, Vietnam sebagai tuan rumah.
Indonesia yang sejak tahun lalu, telah melakukan berbagai persiapan, siap berjuang di masing-masing cabang olahraga.
Indonesia mengirimkan sebanyak 776 orang, yang terdiri atas 499 atlet, 214 ofisial, dan 63 pendamping yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (Sekjen KOI) Ferry J Kono sebagai Chef de Mission (CdM) serta Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Ade Lukman sebagai Wakil CdM. Atlet-atlet Indonesia akan berlaga di 318 nomor pertandingan dari 32 cabang olahraga. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan SEA Games Filipina tahun 2019 lalu, dimana Indonesia mengirimkan sebanyak 841 atlet untuk 52 cabang/sub-cabang olahraga.

Baca Juga: Sean Gelael Bersama Tim WRT #31 Menang di Ajang FIA WEC
Mengutip dari laman Setkab RI, Presiden Jokowi mengharapkan para atlet yang akan berlaga di ajang olahraga Asia Tenggara tersebut dapat mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia.
“Saya ingin kontingen yang sekarang, yang tadi disampaikan oleh Menpora lebih ramping, tetapi kita semuanya masyarakat Indonesia ingin kontingen ini meraih prestasi yang setinggi-tingginya, meraih medali yang sebanyak-banyaknya, untuk mengharumkan nama negara kita, bangsa kita Indonesia”, kata Presiden Jokowi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/5/2022) saat mengukuhkan sekaligus melepas para kontingen untuk bertanding di Vietnam.
Mengejar target juara umum
Dalam gelaran SEA Games tahun ini, para atlet Indonesia akan bersaing dengan atlet dari 10 negara lain di kawasan Asia Tenggara yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam, Laos, dan Timor Leste.
Dengan hanya 11 negara yang berpartisipasi, target untuk menjadi juara umum sudah pasti menjadi hal yang sangat ingin diraih. Hal ini menjadi target yang besar, mengingat dalam kurun waktu pelaksanaan empat musim terakhir (2013-2019), Indonesia harus berpuas dengan hanya bergantian menduduki peringkat 4 dan 5 dari klasemen akhir.
Padahal jika melihat sejarah di masa awal penyelenggaraan SEA Games, Indonesia pernah ada di masa kejayaan dengan nyaris tidak tergeser secara penuh sejak tahun 1977-1993, dengan terus menjadi juara 1 selama 9 musim berturut-turut, kecuali pada tahun 1985 dengan berada di peringkat ke-2. (dms/red)
