Pemerintah tengah menyiapkan regulasi terkait pemberian vaksin booster atau dosis ketiga COVID-19, baik secara berbayar maupun gratis kepada masyarakat. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan munculnya varian atau mutasi baru virus Corona yang dapat menyebabkan gelombang ketiga dalam pandemi COVID-19.
Dilansir dari VOA Indonesia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan untuk harga vaksin dan lainnya akan dimatangkan kembali. Vaksin berbayar ini akan menyasar sebanyak 93,7 juta jiwa. Kemudian, setidaknya 87,4 juta jiwa yang terdaftar dalam penerima bantuan iuaran (PBI) di BPJS Kesehatan ditargetkan akan mendapatkan vaksin gratis dengan total kebutuhan 97,1 juta dosis.
Efektivitas vaksin booster COVID-19
Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan secara keilmuan memang vaksin booster atau dosis ketiga dibutuhkan. Hal ini mengingat berbagai varian atau mutasi baru virus Corona disebut dapat menurunkan efikasi dari vaksin COVID-19 yang sudah ada pada saat ini.
Dicky menekankan pemberian booster kepada masyarakat umum pada tahun ini tidak mendesak. Idealnya adalah pada tahun depan dan itupun diprioritaskan untuk kalangan masyarakat rentan seperti tenaga kesehatan, lansia dan yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. (dms/red)
