Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina, mengevakuasi 143 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scam atau penipuan daring terkait lowongan pekerjaan di luar negeri.
Melansir dari CNN Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan evakuasi itu dilakukan dalam operasi penyelamatan yang diinisiasi otoritas penegak hukum Filipina bersama perwakilan negara asing di Manila, termasuk KBRI.
Tidak hanya menyelamatkan para WNI saja, tetapi juga warga negara asing lain. Total ada 1.048 orang dari 10 negara yang dievakuasi dalam operasi itu.
“Sekali lagi angka dan apa yang sampaikan mengenai operasi di Manila ini menunjukkan besarnya magnitude dari tindakan kriminal perdagangan manusia yang korbannya adalah warga negara ASEAN,” kata Retno.
Saat ini Kementerian Luar Negeri Indonesia masih menunggu hasil penyelidikan dari Bareskrim Polri yang kini mengusut perekrut WNI di Myanmar, serta penyelidikan dari kepolisian Filipina.
Baca Juga: Indonesia Menerima Penghargaan atas Misi Kemanusiaan Pasca Gempa di Turki
Tidak Hanya di Filipina, Tapi Juga Myanmar
Sebelumnya, 20 WNI juga diduga terkena modus janji pekerjaan di Thailand hingga akhirnya disekap, disiksa, diperbudak, dan terancam diperjualbelikan. Dari unggahan video yang viral dari akun Instagram @bebaskankami, sejumlah WNI dinarasikan sebagai tenaga kerja yang terjebak di Myanmar.
Baca Juga: Indonesia Didaulat Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024
Beberapa perwakilan keluarga yang diduga menjadi korban perdagangan manusia dihadirkan dalam program acara Rosi di KompasTV, Kamis (4/5).
Kemlu RI bersama KBRI Yangon dan Bangkok telah melayangkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar mengenai penyekapan para WNI tersebut. Kemlu RI mendesak otoritas Myanmar untuk mengambil langkah efektif guna menyelamatkan para WNI. (dms)
